RESENSI
NOVEL DEALOVA
1. Data Publikasi
a.
Judul
: Dealova
b.
Penulis
: Dyan Nuranindya
c.
Penerbit
: PT Gramedia Pustaka Utama
d.
No./Tgl./Website : 2005
e.
No.
Halaman
: 304 Halaman
Seorang siswi cantik dari SMU
Persada bernama Karra. Di sekolah, Karra dikenal sebagai sosok yang cukup
pintar, nakal, dan jago basket. Sementara itu, di rumah, ia dikenal sebagai
sosok yang manja sekaligus "cuek". Kehidupan di sekolah dan di rumah
inilah yang membawa Karra masuk dalam kehidupan dua pria yakni Dira dan Ibel.
Dira yang jago basket pertama kali dikenal Karra di sekolah. Perkenalan mereka
diawali dari sebuah lapangan basket. Sedangkan, Ibel yang jago gitar pertama
kali dikenal Karra di rumah Karra. Ibel adalah teman kuliah sekaligus sahabat
karib abang Karra, Iraz. Lewat karakter dan cara berbeda, Dira dan Ibel
berusaha menyampaikan rasa kasihnya pada Karra. Bagi Karra, Dira yang
sering ketus, galak, dan kurang ajar seolah selalu ingin menyakiti dirinya
ternyata lebih menarik perhatiannya ketimbang Ibel yang penuh perhatian dan
senantiasa berupaya menyenangkannya. Tak heran, bila akhirya Dira dipilih Karra
menjadi pacarnya. Untuk itu, Ibel pun harus berbesar hati terhadap pilihan
Karra. Sayang, hubungan kasih Dira dan Karra tak melulu berjalan mulus.
Pertengkaran kerapkali mewarnai hubungan mereka. Saat keduanya bertekad untuk
lebih saling menyayangi dan tak lagi saling menyakiti, Karra harus menghadapi
sebuah kenyataan pahit, Dira tergolek tanpa daya di sebuah rumah sakit.
Ternyata, selam ini Dira mengidap penyakit kanker otak. Selama ini, Dira selalu
ketus dan galak kepada orang karena dia sudah tidak punya semangat hidup lagi. Tapi
sejak bertemu dengan Karra, Dira berubah dan memiliki semangat hidup kembali.
Dira pun akhirnya meninggal.
Banyak hal- hal yang menarik
dalam cerita novel tersebut. Karakter tokohnya juga tidak monoton. Bahasa yang
digunakan bahasa anak muda dan mudah di pahami oleh pembaca. Cerita novel ini
saling berkaitan dan semuanya bagus. Kesetiakawanan dalam cerita ini terlihat
jelas. Menceritakan sebuah perjuangan cinta seseorang yang tak pernah pudar,
walau orang yang dia cintai lebih memilih yang lain dari pada dia.
Bahasa yang digunakan atau
yangditulis oleh sang pembuat menggunakan bahasa yang kurang baku. Novel ini
Masih menggunakan kertas yang kurang bagus jadi kurang menarik.
Menurut saya seharusnya
meskipun novel ini menceritakan suatu kisah mengenai cinta atau kisah cinta
seorang remaja namun alangkah baiknya bahasa yang digunakan harus baku dan
tidak kaku. Peran orang tua dalam cerita novel ini kurang.






0 komentar:
Posting Komentar